Surga Dunia

Cerita Penuh Nafsu

Aku dan Bekas Wali Kelasku

Posted by surgadunia pada Mei 10, 2007

Setelah pulang sekolah, aku bergegas mandi dan segera pergi ke rumah bu maria. Di tengah jalan aku melihat tante diana sedang berdiri di depan pagar bersama suaminya. Dia menyapaku dan bertanya hendak kemana, saat itu aku menjawab mau les matematika di rumah bu maria. Dia tersenyum nakal padaku dan memintaku untuk bertanya pada bu maria apakah bu maria bersedia memberikan les matematika di rumahnya. Aku menangguk dan segera pergi.

Sesampainya di rumah bu maria, aku langsung membuka pintunya yang tidak terkunci. Aku langsung masuk dan mengunci pintu rumahnya. Bu maria bertanya apakah aku yang datang, aku jawab iya. Tak lama dia keluar dari kamarnya dan bertanya “farid, apakah harus begini?” Oiya bu, karena saya pengen juga olahraga sama bu maria” jawabku. Dia pun mengangguk sambil tersenyum lemah. Di aberjalan ke arah kamar sambil menggandeng tanganku. Sesampainya di kamar dia melucuti baju dan celanaku. Saat dia turunkan celanaku, burungku langsung keluar dan bu maria langsung memegangnya sambil bertanya ”ini mau diapain rid” aku menjawab ”langsung diemut aja bu, dijilat, seperti yang ibu lakukan sama pak john” dia terkejut sambil bertanya ”kamu lihat semuanya yaa” ”betul bu, bahkan sampai titit pak john masuk ke punya ibu” jawabku ”saya mau persis seperti itu bu” lanjutku lagi. ”baiklah, kalau begitu” katanya . Tak lama dia memegang dan menjilati seluruh batang tititku. Lidahnya terus menerus naik turun sambil sesekali memasukkan seluruh tititku ke dalam mulutnya. ”terrrusss bbbu….aaarggggggghhhh, enak….” kataku ”sekarang stop dulu, buka baju ibu” perintahku. Bu maria pun segera membuka bajunya ”sama sekalian bh dan celana dalamnya” perintahku lagi saat dia ragu untuk membuka underwearnya itu. Saat dia membuka behanya, nampak kedua payudara menggantung besar dan montok itu, aku segera memegang dan mencium payudara yang membulat itu. Dia berteriak perlahan dan mendesis ”farrrid..eennnakkk teeerrruuus” tak lama tangan bu maria pun aku tarik untuk memijat tititku. Tanganku yang satu memegang vagina yang agak sedikit berbulu. Bu maria mendesah perlahan dan mempercepat gerakan tangannya. Tiba-tiba dia berkata ”farid, cepat kamu masukkan punya kamu”. Bu maria merebahkan diri dan membuka kedua pahanya. Aku segera mengarahkan senjataku ke lubang vaginanya. ”pelan-pelan rid” katanya, saat masuk bu maria menggeram perlahan ”aaahhhh eeennnnak” aku pun segera melanjutkan pekerjaanku naik turun di atas tubuh bu maria dan aku pun segera mencium dan menghisap payudaranya yang bulat itu. ”aaah faaariiiid” katanya. ”buuu, nanti sperma saya diminum yaa” kataku ”ok rrrrriiiiddd, aaaahhhhh eeennnnnaaaak”. Aku melihat bu maria melem melek menahan genjotanku yang makin kencang. ”bu, sekarang ibu diatas yaa, kita ganti posisi” kataku. Aku pun segera rebahan di kasur dan bua maria langsung mengarahkan vaginanya di atas tititku dan memasukkannya secara perlahan. Bu maria pun naik turun dia atas badanku. ”ffffaaarrriiiid, arrrrrgggghhhh ennnakkk” dia semakin kencang naik turun di atas tubuhku. ”faarrriiiddd aku mau kelllluuuarr nih” tiba – tiba aku merasa seluruh batang tititku hangat di dalam vaginanya. Bu maria langsung kemudian menghisap dan menjilati kembali seluruh tititku. ”Bu, aku mau kelllluarrr nnniiihh” kataku ”kamu berdiri ke rid” kata bu maria dan pun segera berdiri dan bu maria jongkok di hadapanku. Saat itu aku merasa wajahnya seksi sekali, tangannya aktif sekali maju mundur dan mulutnya nggak ketinggalan menghisap maju mundur. Tiba-tiba spermake kleuar dan tumpah ke seluruh wajah bu maria. ”punyamu kental sekali rid” katanya sambil tersenyum dan menjilati sisa sperma di tititku. Setelah selesai membersihkan tititku dengan lidahnya, bu maria berdiri dan memakaikan bajuku. Saat memakaikan bajuku aku sempat menghisap payudara yang montok sesaat.

Setelah kami berdua selesai, bu maria berkata “sudah ya rid, habis nggak ada lagi kan” katanya sambil tersenyum ”enggak bu” kataku. Bua maria tersenyum senang sekali ”tapi…” kataku ”tapi kenapa rid” tanyanya cemas dan senyumnya hilang ”tante diana tetangga depan saya minta ibu memberikan les matematika yang seperti tadi bu” lanjutku ”bbbaiik rid” katanya lemas ”kapan?” tanyanya lagi aku menjawab ”esok pagi aja bu, bisa kan” kataku ”iiyyaa deh, tapi kamu cuma bilang ke tante diana kan” tanyanya lagi ”iya bu, tenang saja” jawabku. Aku pun segera bergegas pergi meninggalkan rumahnya dan mampir sebentar ke rumah tante diana untuk memberitahukan bahwa besok bu maria akan datang membicarakan les matematika. Saat itu tante diana yang mengangguk setuju dan tersenyum sambil berbisik ”besok kamu punya empat gunung yang bisa dihisap rid”. Aku pun tersenyum sambil pamit dari rumahnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: